Di
saat banjir disambut gembira oleh anak-anak
Disore itu tampak langit begitu gelap dan suara hujan yang mengemuru seakan
merobohkan rumah para warga di desa sungai alah, kabupaten kuantan singingi.
Sekitar
pukul 03.45 hujan turun begitu deras dan angin berhembus sangat kencang dan
hujans baru reda hingga sampai pukul 11.30 pagi keesokannya , keesokan harinya
tanggal 28 oktober 2012 tampak air menggenangi kampung kecil tersebut hingga
ketinggian air mencapai 65 cm.
Desa
sungai alah kecamatan hulu kuantan kabupaten kuantan singingi ini pada bulan
agustus 2012 memiliki penduduk berjumlah 523 orang, desa yang terletak di hulu
sungai batang kuantan kuantan singingi, merupakan desa yang Mata pencaharian
penduduknya kebanyakan bertani yaitu bertani karet dan sawit, serta menambang
emas dan lain-lain.
Semua
kegiatan yang biasanya terjadi terlihat lumpuh dikarenakan banjir yang melanda
kampung kecil itu.
Tidak
ada yang dapat dilakukan oleh warga kampung sungai alah selain menunggu
surutnya banjir . banjir terjadi dikarenakan meluapnya sungai batang kuantan
kuantan singingi sehingga menggenangi kampung yang memang dekat dengan sungai
batang kuantan itu.
Hal
ini dikarenakan hujan yang terjadi seminggu terakhir terus mengguyur daerah
tersebut, hingga menyebabkan meluapnya sungai batang kuantan.
Banjir juga mengakibatkan warga
kampung tidak bisa melakukan kegiatan
mereka sehari-hari yaitu memotong karet. Hal ini dikarenakan letak tempat
mereka memotong karet yaitu berada di seberang sungai batang kuantan. warga
tidak bisa menyeberangi sungai batang kuantan karena arus yang cukup deras dan
luas.
Semua warga tampak sibuk
membereskan barang-barang mereka yang berharga untuk disimpan ditempat yang
lebih tinggi dan aman. Kampung tersebut
tampak kacau karena genangan air banjir serta sampah yang berserakan karena
terbawa banjir.
Memang Banjir bukanlah bencana yang baru dikenal manusia. Banjir telah
terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Banjir mengiringi peradaban-peradaban
besar yang ada di dunia, mulai dari Mesopotamia hingga Tiongkok. Banjir hasil
luapan sungai-sungai besar yang membawa penghidupan bagi masyarakat pasca
surut. Banjir membawa berbagai material yang menyuburkan lahan pertanian.
Namun, banjir yang kita kenal saat ini tidak lagi sama.
Banjir datang membawa
berbagai material yang tidak lagi menyuburkan, banjir datang dengan material
yang menghancurkan, mulai dari kumpulan sampah hingga gelondongan-gelondongan
kayu yang terbawa dari hulu sungai. Material-material ini akan menghantam
apapun yang dilaluinya. Banjir bukan lagi sekadar siklus alami oleh alam,
banjir yang ada saat ini terlebih pada faktor kegagalan dalam mengelola alam.
Banjir datang membawa
berbagai material yang tidak lagi menyuburkan, banjir datang dengan material
yang menghancurkan, mulai dari kumpulan sampah hingga gelondongan-gelondongan
kayu yang terbawa dari hulu sungai. Material-material ini akan menghantam
apapun yang dilaluinya. Banjir bukan lagi sekadar siklus alami oleh alam,
banjir yang ada saat ini terlebih pada faktor kegagalan dalam mengelola alam.
Memang banjir merupakan suatu
bencana yang merugikan bagi masyarakat pada umumnya akan tetapi bagi anak-anak
banjir merupakan peristwa yang dinanti-nantikan oleh anak-anak. Tampak dari
kejauhan sekelompok anak-anak sedang asik bermain-main di dalam air,mereka
tampak bermain sambil berenang di dalam air. mereka tampak tidak kwatir dengan
terjadinya banjir bahkan mereka tampak senang dengan terjadinya banjir karena
mereka dapat bermain di area banjir tersebut, mereka menjadikan banjir sebagai
arena tempat bermain yang baru yaitu mereka asik berenang bersama di area
benjir tersebut.
Anak-anak
tidak takut dengan bahayanya air banjir yang bercampur dengan sampah-yang yang
penuh dengan kuman dan bakteri, air yang kotor yang merupakan campuran dari
berbagai macam sampah dan berbagai macam bakteri yang bisa menyebabkan
timbulnya penyakit seperti penyakit kulit, diare dan lain-lain,mereka tetap
asik bermain.
Leri
seorang anak desa sungai alah yang berumur 8 tahun mengaku senang dengan
terjadinya banjir.Dia mengatakan saya senaang dengan terjadinya banjir karena
bisa main berenang bersama teman-teman.
Begitulah yang terjadi disaat
orang tua khawatir dengan terjadinya banjir akan tetapi banjir seuatu peristiwa
yang ditunggu-tnggu oleh anak-anak desa untuk bermain. Bagi anak-anak tersebut
mereka hanya ingin bermain ,asalkan ada tempat bermain mereka tidak
memperdulikan keadaan tempat bermainnya tersebut .
Memang
banjir sudah lama tidak melanda kampung kecil ini , diperkirakan sudah 30 tahun
banjir tidak terjadi di kampung ini. Mungkin itulah banjir disambut gembira
oleh anak-anak untuk dijadikan tempat bermain.
Memang desa sungai alah terletak
dipinginggiran sungai batang kuantan kuantan singingi dan desa ini memang
letaknya agak rendah dari desa yang lain sehingga desa ini desa yang dulu
dilanda banjir dibanding desa yang lain.
Emrizal kepala desa sungai alah
mengatakan : Masyarakat tidak dapat berharap banyak terhadap pemerintah daerah
untuk mengatasi banjir yang terjadi. Hal ini dikarenakan banjir yang terjadi
bukanlah seperti yang terjadi dikota-kota besar seperti got air yang tertutup
sampah akan tetapi banjir di desa sungai alah terjadi dikarenakan hujan yang mengguyur kampung itu bekepanjangan
dalam seminggu terakhir sehingga meluapnya batang sungai kuantan kuantan
singingi, akan tetapi masyarakat sungai alah hanya ingin mengharapkan
pemerintah memperhatikan warga ketika sedang dilanda banjir, yaitu contohnya
memberikan bantuan pangan dan bantuan medis serta bantuan lainnya untuk warga
ketika banjir melanda kampung tersebut.