Halaman

Rabu, 26 Desember 2012

feature"Di saat banjir disambut gembira oleh anak-anak"


Di saat banjir disambut gembira oleh anak-anak

            Disore itu tampak langit begitu  gelap dan suara hujan yang mengemuru seakan merobohkan rumah para warga di desa sungai alah, kabupaten kuantan singingi.
Sekitar pukul 03.45 hujan turun begitu deras dan angin berhembus sangat kencang dan hujans baru reda hingga sampai pukul 11.30 pagi keesokannya , keesokan harinya tanggal 28 oktober 2012 tampak air menggenangi kampung kecil tersebut hingga ketinggian air mencapai 65 cm.  
Desa sungai alah kecamatan hulu kuantan kabupaten kuantan singingi ini pada bulan agustus 2012 memiliki penduduk berjumlah 523 orang, desa yang terletak di hulu sungai batang kuantan kuantan singingi, merupakan desa yang Mata pencaharian penduduknya kebanyakan bertani yaitu bertani karet dan sawit, serta menambang emas dan lain-lain.
Semua kegiatan yang biasanya terjadi terlihat lumpuh dikarenakan banjir yang melanda kampung kecil itu.
Tidak ada yang dapat dilakukan oleh warga kampung sungai alah selain menunggu surutnya banjir . banjir terjadi dikarenakan meluapnya sungai batang kuantan kuantan singingi sehingga menggenangi kampung yang memang dekat dengan sungai batang kuantan itu.
Hal ini dikarenakan hujan yang terjadi seminggu terakhir terus mengguyur daerah tersebut, hingga menyebabkan meluapnya sungai batang kuantan.
Banjir juga mengakibatkan warga kampung  tidak bisa melakukan kegiatan mereka sehari-hari yaitu memotong karet. Hal ini dikarenakan letak tempat mereka memotong karet yaitu berada di seberang sungai batang kuantan. warga tidak bisa menyeberangi sungai batang kuantan karena arus yang cukup deras dan luas.
Semua warga tampak sibuk membereskan barang-barang mereka yang berharga untuk disimpan ditempat yang lebih tinggi dan aman.  Kampung tersebut tampak kacau karena genangan air banjir serta sampah yang berserakan karena terbawa banjir.
Memang Banjir bukanlah bencana yang baru dikenal manusia. Banjir telah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Banjir mengiringi peradaban-peradaban besar yang ada di dunia, mulai dari Mesopotamia hingga Tiongkok. Banjir hasil luapan sungai-sungai besar yang membawa penghidupan bagi masyarakat pasca surut. Banjir membawa berbagai material yang menyuburkan lahan pertanian. Namun, banjir yang kita kenal saat ini tidak lagi sama.
Banjir datang membawa berbagai material yang tidak lagi menyuburkan, banjir datang dengan material yang menghancurkan, mulai dari kumpulan sampah hingga gelondongan-gelondongan kayu yang terbawa dari hulu sungai. Material-material ini akan menghantam apapun yang dilaluinya. Banjir bukan lagi sekadar siklus alami oleh alam, banjir yang ada saat ini terlebih pada faktor kegagalan dalam mengelola alam.
Banjir datang membawa berbagai material yang tidak lagi menyuburkan, banjir datang dengan material yang menghancurkan, mulai dari kumpulan sampah hingga gelondongan-gelondongan kayu yang terbawa dari hulu sungai. Material-material ini akan menghantam apapun yang dilaluinya. Banjir bukan lagi sekadar siklus alami oleh alam, banjir yang ada saat ini terlebih pada faktor kegagalan dalam mengelola alam.
Memang banjir merupakan suatu bencana yang merugikan bagi masyarakat pada umumnya akan tetapi bagi anak-anak banjir merupakan peristwa yang dinanti-nantikan oleh anak-anak. Tampak dari kejauhan sekelompok anak-anak sedang asik bermain-main di dalam air,mereka tampak bermain sambil berenang di dalam air. mereka tampak tidak kwatir dengan terjadinya banjir bahkan mereka tampak senang dengan terjadinya banjir karena mereka dapat bermain di area banjir tersebut, mereka menjadikan banjir sebagai arena tempat bermain yang baru yaitu mereka asik berenang bersama di area benjir tersebut.
Anak-anak tidak takut dengan bahayanya air banjir yang bercampur dengan sampah-yang yang penuh dengan kuman dan bakteri, air yang kotor yang merupakan campuran dari berbagai macam sampah dan berbagai macam bakteri yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit seperti penyakit kulit, diare dan lain-lain,mereka tetap asik bermain.
Leri seorang anak desa sungai alah yang berumur 8 tahun mengaku senang dengan terjadinya banjir.Dia mengatakan saya senaang dengan terjadinya banjir karena bisa main berenang bersama teman-teman.
Begitulah yang terjadi disaat orang tua khawatir dengan terjadinya banjir akan tetapi banjir seuatu peristiwa yang ditunggu-tnggu oleh anak-anak desa untuk bermain. Bagi anak-anak tersebut mereka hanya ingin bermain ,asalkan ada tempat bermain mereka tidak memperdulikan keadaan tempat bermainnya tersebut .
Memang banjir sudah lama tidak melanda kampung kecil ini , diperkirakan sudah 30 tahun banjir tidak terjadi di kampung ini. Mungkin itulah banjir disambut gembira oleh anak-anak untuk dijadikan tempat bermain.
Memang desa sungai alah terletak dipinginggiran sungai batang kuantan kuantan singingi dan desa ini memang letaknya agak rendah dari desa yang lain sehingga desa ini desa yang dulu dilanda banjir dibanding desa yang lain.
Emrizal kepala desa sungai alah mengatakan : Masyarakat tidak dapat berharap banyak terhadap pemerintah daerah untuk mengatasi banjir yang terjadi. Hal ini dikarenakan banjir yang terjadi bukanlah seperti yang terjadi dikota-kota besar seperti got air yang tertutup sampah akan tetapi banjir di desa sungai alah terjadi dikarenakan  hujan yang mengguyur kampung itu bekepanjangan dalam seminggu terakhir sehingga meluapnya batang sungai kuantan kuantan singingi, akan tetapi masyarakat sungai alah hanya ingin mengharapkan pemerintah memperhatikan warga ketika sedang dilanda banjir, yaitu contohnya memberikan bantuan pangan dan bantuan medis serta bantuan lainnya untuk warga ketika banjir melanda kampung tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar